Toxic Masculinity dalam Konstruksi Sosial: Dekonstruksi Emosi Laki-Laki dalam Perspektif Gender

Authors

  • Justin Raja Guk Guk Universitas Samudra
  • Defitri Purba Universitas Samudra
  • Layla Mutiara Universitas Samudra

DOI:

https://doi.org/10.38156/gesi.v5i1.213

Keywords:

Toxic Masculinity, Konstruksi Sosial, Emosi Laki-Laki, Gender

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi toxic masculinity dalam membentuk pemahaman dan ekspresi emosi laki-laki, serta mengkaji proses dekonstruksi emosi tersebut dalam perspektif gender. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi literatur sistematis. Data diperoleh melalui teknik purposive sampling dari berbagai sumber sekunder berupa jurnal ilmiah, buku akademik, dan laporan penelitian yang relevan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Analisis data dilakukan menggunakan thematic analysis melalui tahapan reduksi data, pengelompokan tema, interpretasi, dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa toxic masculinity merupakan konstruksi sosial yang terbentuk melalui proses sosialisasi dan budaya patriarki yang menekankan dominasi, kontrol, serta penekanan emosi pada laki-laki. Konstruksi ini berdampak pada pembatasan ekspresi emosional, tekanan psikologis, serta munculnya berbagai masalah kesehatan mental. Selain itu, ditemukan adanya proses dekonstruksi emosi laki-laki yang menunjukkan bahwa maskulinitas bersifat dinamis dan dapat dinegosiasikan. Perspektif gender menegaskan bahwa ekspresi emosi bukan merupakan kodrat biologis, melainkan hasil konstruksi sosial yang dapat dikritisi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam kajian gender dengan menempatkan maskulinitas sebagai pengalaman emosional yang kompleks dan dinamis, serta memberikan implikasi praktis dalam menciptakan ruang sosial yang lebih inklusif bagi laki-laki dalam mengekspresikan emosi tanpa stigma.

References

Adrias, S. N., & Prameswari, Y. (2026). GAMBARAN TOXIC MASCULINITY PADA LAKI-LAKI DEWASA AWAL. Jurnal Ilmiah Zona Psikologi, 8(2), 92–101.

Aini, S. D., & Hasanah, S. I. (2019). Berpikir Visual dan Memecahkan Masalah: Apakah Berbeda Berdasarkan Gender? JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika), 3(2), 177. https://doi.org/10.33603/jnpm.v3i2.2192

Anas, F., Daud, Muh., & Zainuddin, K. (2024). Hubungan Fatherless Dan Kenakalan Remaja Pada Anak Yang Berhadapan Dengan Hukum Di Makassar. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 3(2), 388–395. https://doi.org/10.56799/peshum.v3i2.3091

Djokowidodo, A., & Bintoro, P. (2026). Konstruksi Laki-Laki Ideal dalam Iklan SkincarePemutih: Kajian Bahasa, Visual, dan Narasi di Media Sosial. Kajian Linguistik dan Sastra, 5(1), 99–115.

Farkhan, S., & Hanjani, V. P. (2025). Melampaui Maskulinitas Tradisional: Pelabelan ‘Boti’ pada Laki-Laki Pengguna Kosmetik. SABDA: Jurnal Kajian Budaya, 20(1), 155–168. https://doi.org/10.14710/sabda.20.1.155-168

Hermawan, I., & Hidayah, N. (2023). Toxic masculinity dan tantangan kaum lelaki dalam masyarakat Indonesia modern. Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi, 12(2), 171–182. https://doi.org/10.21831/dimensia.v12i2.60991

Hisyam, C. J., Islami, P. Y. N., Anas, D. K. N., Faridah, F., Ginting, N. M. B., Khoiriah, S. U., Augea, S. M., & Purba, V. C. (2025). Fenomena Misandry di Dunia Maya: Studi Kasus Tentang Kebencian Terhadap Pria di Sosial Media. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 2(11), 764–772.

Hu, S. M., & Rossalia, N. (2025). GAMBARAN TOXIC MASCULINITY DAN KECENDERUNGAN BODY DYSMORPHIC DISORDER (BDD) PADA REMAJA LAKI-LAKI. Jurnal Psikologi Manasa, 14(1), 96–101. https://doi.org/10.25170/manasa.v14i1.6501

Maulana, Moh. F. (2022). KETERLIBATAN LAKI-LAKI DALAM KESETARAAN GENDER. Jurnal Anifa: Studi Gender dan Anak, 3(2), 138–150. https://doi.org/10.32505/anifa.v3i2.4899

Maulida, A., & Ahmadi, A. (2025). PERLAWANAN LAKI-LAKI TERHADAP TOXIC MASCULINITY DALAM SERIAL SUGAR DADDY. Jurnal Lazuardi – Edisi XIX, 8(4), 8–21. https://doi.org/10.53441/jl.Vol8.Iss4.272

Maulina, Y., Nurhikmah, N., & Saudi, A. N. A. (2024). Gambaran Toxic Masculinity pada Pria Dewasa Awal di Kota Makassar. Jurnal Psikologi Karakter, 4(2), 552–557. https://doi.org/10.56326/jpk.v4i2.3751

Novalina, M., Flegon, A. S., Valentino, B., & Gea, F. S. I. (2022). Kajian Isu Toxic Masculinity di Era Digital dalam Perspektif Sosial dan Teologi. Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan, 8(1), 28–35. https://doi.org/10.47543/efata.v8i1.56

Nuryanti, R. (2011). Perempuan Berselimut Konflik: Perempuan Minangkabau Di Masa Dewan Banteng Dan PRRI. Penerbit Tiara Wacana.

Nusantara, E. A. P., & Chairil, A. M. (2025). Skincare dalam kacamata laki-laki: Analisis resepsi pesan maskulinitas pada akun @glowupwithfalih. Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran Dan Penelitian, 11(2), 666–684.

Ramdani, M. F. F., Putri, A. V. I. C., & Wisesa, P. A. D. (2022). REALITAS TOXICMASCULINITY DI MASYARAKAT. Prosiding Seminar Nasional Ilmu Ilmu Sosial (SNIIS), 1, 230–235.

Salsabila, N. S., & Idrus, N. I. (2025). Boti: Stigma Terhadap Laki-laki Feminin di Lingkungan Kampus. EMIK: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Sosial, 8(1), 24–43. https://doi.org/10.46918/emik.v8i1.2675

Salsabila, R., Kuarnina, Q., & Bangsa, M. B. (2025). TOXIC MASCULINITY DAN TOXIC FEMININITY TERHADAP MENTAL HEALTH OUTCOMES. Proceedings of Symposium, 3, 252–262.

Sukma, V. (2024). Perbedaan Pria dan Wanita sebagai Sesama Manusia dan Sesama Makhluk Ciptaan Tuhan. Konstruksi Sosial : Jurnal Penelitian Ilmu Sosial, 4(2), 72–79. https://doi.org/10.56393/konstruksisosial.v4i2.2455

Syahfitri, A. I. & Muh. Mawangir. (2024). Fenomena Toxic Masculinity di Masyarakat dari Persepsi Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang. Indonesian Journal of Behavioral Studies, 4(2), 105–116. https://doi.org/10.19109/ijobs.v4i2.24673

Tohirin, T., & Zamahsari, Z. (2021). PERAN SOSIAL LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN PERSPEKTIF AL-QUR’AN. Profetika: Jurnal Studi Islam, 22(1), 91–108. https://doi.org/10.23917/profetika.v22i1.14768

Wahyuningsih, Anwar Hakim Derajat, & Hanik Amaria. (2024). Persepsi Masyarakat Terhadap Kesetaraan Gender dalam Organisasi Sosial Masyarakat: (Studi di Desa Sukosewu Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar). Transgenera: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, dan Humaniora, 1(2), 76–92. https://doi.org/10.35457/transgenera.v1i2.3757

Wirawan, R. P., & Mataram, S. (2025). Perancangan Novel Grafis sebagai Media Edukasi Dampak Emosidari Toxic Masculinity. MONTASE Jurnal Desain Komunikasi Visual, 1(2), 31–46.

Wong, Y. J., Ho, M.-H. R., Wang, S.-Y., & Miller, I. S. K. (2017). Meta-analyses of the relationship between conformity to masculine norms and mental health-related outcomes. Journal of Counseling Psychology, 64(1), 80–93. https://doi.org/10.1037/cou0000176

World Health Organization. (2019). Suicide worldwide in 2019: Global health estimates.

Zahra, Z. A., Zhafir, R. S. D., Mandayusdi, C. R. P., Aprial, H., & Nurgiansah, T. H. (2024). Transformasi Sosial: Peran Penting Kesetaraan Gender Dalam Pencapaian Hak Asasi Manusia. SMASH: Journal of Social Management Sains and Health, 1(1), 12–16. https://doi.org/10.57235/smash.v1i1.4330

Downloads

Published

2026-05-20

How to Cite

Guk, J. R. G., Purba, D., & Mutiara, L. (2026). Toxic Masculinity dalam Konstruksi Sosial: Dekonstruksi Emosi Laki-Laki dalam Perspektif Gender. Journal of Gender Equality and Social Inclusion (gesi), 5(1), 55–64. https://doi.org/10.38156/gesi.v5i1.213

Issue

Section

Articles