ANALISA HUBUNGAN BEBAN KERJA MENTAL (WORKLOAD) DENGAN BURNOUT PADA KARYAWAN

Penulis

  • wildy Universitas Wijaya Putra
  • afifp Universitas Wijaya Putra
  • oktaria Universitas Wijaya Putra
  • aprilia Universitas Wijaya Putra

DOI:

https://doi.org/10.38156/gesi.v12i1.421

Kata Kunci:

workload, burnout, karyawan, stres kerja

Abstrak

Para pekerja, khususnya mereka yang pekerjaannya membutuhkan banyak usaha mental, lebih cenderung mengalami kelelahan (burnout), yaitu kondisi kelelahan emosional, mental, dan fisik. Penelitian ini bertujuan “untuk mengetahui hubungan antara beban kerja mental (workload) dengan burnout pada karyawan CV. UAT Surabaya.” Metodologi kuantitatif berdasarkan desain korelasional digunakan dalam penelitian ini. Dengan menggunakan teknik pengambilan sampel lengkap, 80 karyawan dipilih sebagai populasi penelitian. Peralatan NASA-TLX digunakan untuk mengevaluasi beban kerja mental (workload), sedangkan CarMen-Q digunakan untuk mengukur kelelahan kerja (burnout). Data tidak berdistribusi normal, sehingga uji korelasi Spearman digunakan untuk menganalisisnya. Beban kerja dan kelelahan kerja ditemukan memiliki hubungan positif dan signifikan secara statistik (r = 0,512; p < 0,05), menurut data tersebut. Berdasarkan hasil ini, tampaknya kelelahan kerja berbanding lurus dengan upaya mental yang dirasakan oleh pekerja. Oleh karena itu, untuk menghindari kelelahan kerja, penting untuk memberikan dukungan psikososial dan menerapkan manajemen beban kerja yang proporsional.

Referensi

Afrianty, T. W., & Dewi, N. N. A. A. (2022). Workload dan pengaruhnya terhadap burnout serta turnover intention karyawan perbankan. Niagawan, 11(1), 11–20. https://doi.org/10.31940/niagawan.v11i1.128817

Dewi, D. C., & Prihatin, A. (2022). Pengaruh beban kerja terhadap burnout dengan stres kerja sebagai variabel intervening. Jurnal Ilmiah Manajemen Sumber Daya Manusia, 10(1), 179–190. https://doi.org/10.36375/jmsdm.v10i1.695

Rizqiansyah, M. Z. A. (2017). Hubungan antara beban kerja fisik dan beban kerja mental berbasis ergonomi terhadap tingkat kejenuhan kerja pada karyawan PT Jasa Marga (Persero) Tbk Cabang Surabaya Gempol. Jurnal Sains Psikologi, 6(1), 37–42.

Shintya, S. A., Nainggolan, E. E., & Muslikah, E. D. (2025). Hubungan antara workload dan burnout pada karyawan di Surabaya dengan effort-reward imbalance sebagai variabel moderator. Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan, 1(4), 181–190. https://jurnal.ittc.web.id/index.php/jfkes

Waldani, D., & Indriati, G. (2023). The relationship between workload and psychological fatigue (burnout). Radinka Journal of Health Science, 1(1), 15–22. https://www.rjupublisher.com/ojs/index.php/RJHS

Hart, S. G., & Staveland, L. E. (1988). Development of NASA-TLX (Task Load Index): Results of empirical and theoretical research. In P. A. Hancock & N. Meshkati (Eds.), Human mental workload (pp. 139–183). North-Holland. https://doi.org/10.1016/S0166-4115(08)62386-9

Rubio-Valdehita, S., López-Núñez, M. I., Díaz-Ramiro, E. M., & Martín-García, J. (2017). Development of the CarMen-Q questionnaire for mental workload assessment. Psicothema, 29(4), 570–576. https://doi.org/10.7334/psicothema2016.258

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-01-02

Cara Mengutip

Oktavian, M. W. Z. ., Hidayah, A. N., Grahani, F. O., & Widhiani, A. (2026). ANALISA HUBUNGAN BEBAN KERJA MENTAL (WORKLOAD) DENGAN BURNOUT PADA KARYAWAN. Seminar Nasional Dan Call For Paper 2025 Dengan Tema &quot;Inovasi Inklusif Gender Dalam Sociopreneurship&Quot; PSGESI LPPM UWP, 12(1), 322–326. https://doi.org/10.38156/gesi.v12i1.421