DARI BONUS DEMOGRAFI MENUJU TANTANGAN PENUAAN: RELEVANSI DAYCARE LANSIA DALAM PEMBANGUNAN SOSIAL
DOI:
https://doi.org/10.38156/gesi.v12i1.425Kata Kunci:
bonus demografi, penuaan populasi, daycare lansia, kesejahteraan sosial, pembangunan sosialAbstrak
Indonesia sedang mengalami transisi demografi dari periode bonus demografi menuju struktur populasi yang menua. Fenomena ini menimbulkan tantangan baru dalam sistem pembangunan sosial, khususnya dalam penyediaan layanan kesejahteraan bagi lansia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi daycare lansia sebagai model intervensi kesejahteraan sosial dalam menghadapi tantangan penuaan populasi di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber meliputi jurnal nasional dan internasional, buku, penelitian akademik, serta data survei dari lembaga kredibel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daycare lansia memiliki relevansi signifikan dalam pembangunan sosial melalui empat dimensi utama: peningkatan kualitas hidup lansia, pemberdayaan keluarga dan caregiver, kontribusi ekonomi produktif, serta penguatan sistem perlindungan sosial berbasis komunitas. Daycare lansia berperan sebagai solusi antara dalam mengisi kesenjangan antara perawatan institusional penuh (panti) dan perawatan keluarga tradisional. Model ini efektif dalam mempertahankan lansia di lingkungan komunitas sambil memberikan layanan profesional yang dibutuhkan. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kebijakan daycare lansia yang terintegrasi dalam sistem jaminan sosial nasional, penguatan kapasitas pekerja sosial dan tenaga profesional, serta pembangunan infrastruktur daycare yang aksesibel dan inklusif.
Referensi
Arifin, E. N., Braun, K. L., & Hogervorst, E. (2012). Population ageing and health in Indonesia. Bulletin of Indonesian Economic Studies, 48(2), 219-235.
Badan Pusat Statistik. (2021). Statistik Penduduk Lanjut Usia 2021. Jakarta: BPS.
Bloom, D. E., Canning, D., & Sevilla, J. (2003). The Demographic Dividend: A New Perspective on the Economic Consequences of Population Change. Santa Monica: RAND Corporation.
Departemen Sosial RI. (2009). Pedoman Pelayanan Sosial Lanjut Usia di Panti. Jakarta: Direktorat Pelayanan Sosial Lanjut Usia.
Holt-Lunstad, J., Smith, T. B., & Layton, J. B. (2010). Social relationships and mortality risk: A meta-analytic review. PLoS Medicine, 7(7), e1000316.
Kementerian Kesehatan RI. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 25 Tahun 2016 tentang Rencana Aksi Nasional Kesehatan Lanjut Usia Tahun 2016-2019. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Sosial RI. (2020). Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Tahun 2020. Jakarta: Kemensos RI.
Krevers, B., & Öberg, B. (2011). Support/services and family carers of persons with stroke impairment: Perceived importance and services received. Journal of Rehabilitation Medicine, 43(3), 204-209.
Lee, R., & Mason, A. (2006). What is the demographic dividend? Finance and Development, 43(3), 16-17.
Lloyd-Sherlock, P., Kalache, A., McKee, M., Derbyshire, J., Geffen, L., & Casas, F. G. (2019). WHO must prioritise the needs of older people in its response to the covid-19 pandemic. BMJ, 368, m1164.
Midgley, J. (2014). Social Development: Theory and Practice. London: SAGE Publications.
Novita, D., & Widodo, A. (2018). Kualitas hidup lansia yang mengikuti kegiatan posyandu lansia. Jurnal Berkala Epidemiologi, 6(2), 129-134.
Okunade, A. A., & Murthy, V. N. (2002). Technology as a 'major driver' of health care costs: A cointegration analysis of the Newhouse conjecture. Journal of Health Economics, 21(1), 147-159.
Prihatini, L. D. (2010). Analisis hubungan antara motivasi dengan kinerja perawat di Panti Werdha Hanna Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Surya Medika Yogyakarta, 5(1), 21-29.
Putri, S. T., & Fibriana, A. I. (2018). Pemenuhan kebutuhan aktivitas sehari-hari pada lanjut usia. Higeia Journal of Public Health Research and Development, 2(2), 174-185.
Scharlach, A., Giunta, N., Chow, J. C., & Lehning, A. (2008). Racial and ethnic variations in caregiver service use. Journal of Aging and Health, 20(3), 326-346.
Syamsuddin, S. (2020). Tantangan bonus demografi Indonesia: Perspektif pembangunan sosial. Sosio Konsepsia, 9(2), 140-151.
Toseland, R. W., McCallion, P., Gerber, T., & Banks, S. (2002). Predictors of health and human services use by persons with dementia and their family caregivers. Social Science & Medicine, 55(7), 1255-1266.
United Nations. (2019). World Population Ageing 2019: Highlights. New York: UN Department of Economic and Social Affairs.
Wahyuni, N. P. D. (2016). Perbedaan tingkat stres dan mekanisme koping pada family caregiver dalam merawat lansia di rumah. Jurnal Kesehatan Terpadu, 7(2), 79-84.
World Health Organization. (2002). Active Ageing: A Policy Framework. Geneva: WHO.
World Health Organization. (2015). World Report on Ageing and Health. Geneva: WHO.
Zarit, S. H., Kim, K., Femia, E. E., Almeida, D. M., Savla, J., & Molenaar, P. C. (2011). Effects of adult day care on daily stress of caregivers: A within-person approach. The Journals of Gerontology Series B: Psychological Sciences and Social Sciences, 66(5), 538-546.
Zulfitri, R. (2018). Hubungan fungsi keluarga dengan kualitas hidup lansia di wilayah kerja Puskesmas Rasimah Ahmad Bukittinggi. Jurnal Kesehatan Medika Saintika, 9(1), 9-16.