KAJIAN KEBERLANJUTAN TERHADAP IMPLEMENTASI PKM PENGUATAN KETAHANAN PANGAN MELALUI PERTANIAN TERPADU DI DESA MERTANI KABUPATEN LAMONGAN
DOI:
https://doi.org/10.38156/gesi.v12i1.475Kata Kunci:
Sustainable Compass, Ketahanan Pangan, hidroponik, Pemberdayaan PKKAbstrak
Program Penguatan Ketahanan Pangan melalui Pertanian Terpadu pada Kelompok PKK Desa Mertani dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas perempuan desa dalam mengelola sumber pangan rumah tangga secara berkelanjutan. Kegiatan ini mengintegrasikan pelatihan hidroponik sistem Deep Flow Technique berbasis energi surya, pengolahan limbah organik menjadi eco-enzyme, serta pendampingan praktik budidaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat keberlanjutan program menggunakan pendekatan Sustainable Compass yang mencakup empat dimensi utama: Nature, Economy, Society, dan Wellbeing. Sebanyak 36 responden dilibatkan untuk memberikan penilaian berdasarkan indikator keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program PKM memberikan dampak positif yang signifikan pada seluruh dimensi, dengan skor rata-rata: Nature (4.50), Economy (3.83), Society (4.75), dan Wellbeing (4.65). Dimensi Society memperoleh skor tertinggi yang menunjukkan adanya peningkatan kapasitas, partisipasi aktif, dan penguatan kelembagaan PKK. Dimensi Economy memperoleh skor terendah karena potensi pendapatan masih pada tahap awal. Secara umum, total skor rata-rata sebesar 4.43 menunjukkan bahwa program berada pada kategori “berkelanjutan.” Temuan ini menegaskan bahwa pertanian terpadu berbasis hidroponik dan eco-enzyme, jika dikombinasikan dengan pemberdayaan perempuan desa, mampu meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga sekaligus memperkuat keberlanjutan lingkungan, ekonomi, sosial, dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan replikasi model PKM ini ke desa lain dengan penguatan aspek ekonomi melalui pengembangan unit usaha berbasis hasil hidroponik dan eco-enzyme.
Referensi
Aminah, N. S., Manuhara, Y. S. W., & Kristanti, A. N. (2023). Penerapan teknik hidroponik untuk budidaya sayur organik di Desa Wage, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Pancasona, 4(2), 55–63.
Ben-Eli, M. (2015). The sustainability compass: A framework for strategic guidance. The Sustainability Laboratory.
FAO. (2019). The State of Food Security and Nutrition in the World. Food and Agriculture Organization.
FAO. (2021). The role of women in food security. Rome: Food and Agriculture Organization of the United Nations.
Gustiar, F., Rofiqoh, R. P., Ramadhani, F., Susilawati, & Negara, Z. P. (2024). Pengembangan sistem budidaya tanaman sayuran secara hidroponik integrasi budidaya ikan untuk mendukung desa mandiri pangan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 2(1), 33–41.
Hadi, S. (2021). Model pemberdayaan masyarakat berbasis partisipasi dalam pembangunan desa. Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara, 5(1), 45–58.
IRENA. (2020). Renewable Energy for Rural Development. International Renewable Energy Agency.
Kabeer, N. (1999). Resources, agency, achievements: Reflections on the measurement of women’s empowerment. Development and Change, 30(3), 435–464.
Keng, W. M., & Ding, L. M. (2010). Enzyme from waste: Eco-enzyme's process and benefits. Journal of Environmental Science, 5(2), 45–52.
Kurniasari, D. A., Daryanto, D., Alimah, S., Abdillah, J. L., & Kahvi, M. (2023). The strategy analysis of empowerment for women farmers group Kedurus in Surabaya City. Agricultural Science, 7(2).
Kurniasari, D. A., & Krisnadianto, A. (2021). Strategi pemberdayaan perempuan tani padi di Desa Karangcangkring, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik. Palastren: Jurnal Studi Gender, 14(1), 217–242.
Kurniasari, D. A., & Susanto, H. (2024). Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK melalui urban farming dan pengelolaan lahan pekarangan. Prosiding Konferensi Nasional PKM–CSR, 7.
Kurniasari, D. A., Alimah, S, Prasetyo, AS, RRB Saputra. (2025) Strategies’ Formulation for Empowering Tengger Tribe Women Farmers in Probolinggo Regency. (2025). Jurnal AGRISEP: Kajian Masalah Sosial Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, 24(01), 465–492.
Nugroho, A. (2020). Pengembangan usaha hidroponik keluarga: Tantangan dan peluang. Jurnal Agribisnis Terapan, 7(1), 12–21.
Nugroho, Y. (2021). Pertanian terpadu sebagai model pemberdayaan masyarakat pedesaan. Jurnal Agro Empowerment, 3(2), 77–89.
Putnam, R. (2000). Bowling Alone: The Collapse and Revival of American Community. Simon & Schuster.
Purvis, B., Mao, Y., & Robinson, D. (2019). Three pillars of sustainability: In search of conceptual origins. Sustainability Science, 14(3), 681–695.
Resh, H. M. (2013). Hydroponic Food Production (7th ed.). CRC Press.
Rogers, E. M. (2003). Diffusion of Innovations (5th ed.). Free Press.
Suryani, N., & Sutanto, R. (2019). Integrasi tanaman, ternak, dan perikanan sebagai model pertanian terpadu berkelanjutan. Jurnal Agroekoteknologi, 7(1), 45–54.
Tiwari, A., & Verma, S. (2021). Eco‐enzymes: Green chemistry for waste management and sustainable agriculture. Journal of Environmental Chemical Engineering, 9(4), 105–118.
WCED. (1987). Our Common Future. World Commission on Environment and Development.