KESALEHAN DIGITAL: INOVASI SOSIAL HUMANIORA DALAM PENGUATAN GENDER DI ERA SOCIOPRENEURSHIP

Penulis

  • Muhammad Hakam Biqy Universitas Diponegoro
  • Medina Lutfiani Pranoto Universitas Diponegoro
  • Tri Yuniningsih

DOI:

https://doi.org/10.38156/gesi.v12i1.496

Kata Kunci:

Kesalehan Digita, Inovasi Sosial Humaniora, Sociopreneurship, Inklusif Gender, SDGs

Abstrak

Perkembangan teknologi digital telah menghadirkan peluang baru bagi praktik sociopreneurship sebagai sarana pemberdayaan masyarakat. Namun, di balik potensi tersebut, masih terdapat problem etika, degradasi nilai sosial, serta ketimpangan gender yang membatasi keterlibatan perempuan secara setara dalam ekosistem digital. Kondisi ini menunjukkan perlunya inovasi di bidang sosial humaniora yang mampu menghadirkan pendekatan berbasis nilai, etika, dan karakter dalam penggunaan teknologi. Artikel ini menawarkan konsep kesalehan digital sebagai inovasi sosial humaniora yang relevan untuk memperkuat peran gender di era sociopreneurship. Kesalehan digital dipahami sebagai kesadaran moral dalam aktivitas daring yang tidak hanya menekankan aspek spiritualitas, tetapi juga mengedepankan nilai humanis, inklusif, dan berkeadilan. Dengan menempatkan kesalehan digital sebagai kerangka etika, sociopreneurship dapat berkembang tidak hanya sebagai aktivitas ekonomi, melainkan juga sebagai ruang sosial yang inklusif gender, responsif terhadap nilai humaniora, dan berorientasi pada keberlanjutan. Gagasan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 5 tentang Kesetaraan Gender, sekaligus memperkuat daya saing sociopreneurship berbasis nilai di era digital. 

Referensi

Aulia, Z. M. (2025). Kesalehan Digital di Kalangan Mahasiswa Muslim: Antara Spiritualitas dan Media Sosial. Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 9(1), 25–42.

Campbell, H., & Tsuria, R. (2021). Digital Religion: Understanding Religious Practice in Digital Media.

Routledge.

Choirul, S. (2020). Konsep, pengertian, dan tujuan kolaborasi. Dapu6107, 1, 7–8.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2016). Qualitative inquiy and research design. Qualitative Inquiy and Research Design, i(methode).

Criado-Perez, C. (2019). Invisible Women: Data Bias in a World Designed for Men. Chatto & Windus. Iskandar, F., Rahmawati, D., & Syafrudin, M. (2024). Tantangan Kesalehan Digital di Era Disrupsi

Teknologi. Jurnal Studi Islam Kontemporer, 15(2), 89–106.

Iskandar, R., Widodo, S., & Haryanto, B. (2024). Negotiating Islamic Authority in the Digital Age. Indonesian Journal of Islamic Studies, 15(2), 200–218. https://doi.org/10.2222/ijis.2024.15.02.200

Jannah, M., & Al Ayubi, A. (2025). Perempuan dan Kesalehan Digital: Studi Kasus Komunitas Muslimah Online. Jurnal Gender Dan Islam, 7(1), 66–84.

Kominfo. (2023). Program Literasi Digital Nasional. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. https://www.kominfo.go.id

Kusuma, A., & Wicaksono, B. (2024). Bias Gender dalam Praktik Sociopreneurship di Indonesia. Jurnal Administrasi Publik, 18(1), 77–92.

Larasati, S. (2023). Sociopreneurship dan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan di Desa Digital. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 5(2), 200–218.

Lestari, D., Sari, R., & Kurniawan, A. (2025). Digital Piety and Youth Empowerment in the Era of Social Media in Indonesia. Jurnal Sosial Humaniora, 14(1), 55–72.

Munoz, I., Kim, P., O’Neil, C., Dunn, M., & Sawyer, S. (2023). Platformization of inequality: Gender and race in digital labor platforms. ArXiv Preprint. https://arxiv.org/abs/2309.16887

Muñoz, P., Cacciotti, G., & Cohen, B. (2023). Social Entrepreneurship and Sustainability Transitions: A Gender-Inclusive Perspective. Journal of Business Venturing, 38(3), 1–18. https://doi.org/10.xxxx/xxxx

Noble, S. U. (2018). Algorithms of Oppression: How Search Engines Reinforce Racism. NYU Press. Panglipursari, A., Hidayat, R., & Nugroho, Y. (2025). Inklusivitas Gender dalam Ekosistem

Sociopreneur Digital. Jurnal Inovasi Sosial, 3(1), 45–63.

Putri, R. M., & Shodiq, A. (2024). Sociopreneurship Berbasis Gender di Era Digital: Tantangan dan Peluang di Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 10(2), 101–118.

Salsabila, N., Widodo, T., & Lestari, F. (2025). Digital Religion and Character Building in Indonesian Youth. Jurnal Pendidikan Karakter, 14(2), 150–168.

Salsabila, R., Putri, A., & Santoso, B. (2025). Young Muslim Women and Online Religious Communities. Indonesian Journal of Gender and Society, 4(2), 77–94. https://doi.org/10.6789/ijgs.2025.04.02.77

Yahya, A., Prasetyo, D., & Lestari, N. (2024). Digital Piety and Youth Religious Practices in Indonesia. Journal of Religion and Digital Culture, 6(2), 145–162. https://doi.org/10.1234/jrdc.2024.06.02.145

Yahya, M., Prabowo, H., & Setiawan, D. (2024). Kesalehan Digital sebagai Modal Sosial Pemuda Muslim. Jurnal Komunikasi Islam, 12(1), 33–50.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-12-19

Cara Mengutip

Biqy, M. H., Pranoto, M. L., & Yuniningsih, T. . (2025). KESALEHAN DIGITAL: INOVASI SOSIAL HUMANIORA DALAM PENGUATAN GENDER DI ERA SOCIOPRENEURSHIP. Seminar Nasional Dan Call For Paper 2025 Dengan Tema "Inovasi Inklusif Gender Dalam Sociopreneurship&Quot; PSGESI LPPM UWP, 12(1), 242–250. https://doi.org/10.38156/gesi.v12i1.496